Sunday, 8 June 2014

INTERPRETASI ALAT TES  #13

Tes psikologi atau psikotes adalah bidang yang ditandai dengan penggunaan sampel perilaku untuk menilai konstruksi psikologis, seperti fungsi kognitif dan emosional, tentang individu tertentu. Istilah teknis untuk ilmu di balik tes psikologis psikometri. Dengan sampel perilaku, satu berarti pengamatan dari tugas melakukan individu yang biasanya telah ditentukan sebelumnya, yang sering berarti nilai pada ujian. Respon ini sering dikompilasi ke dalam tabel statistik yang memungkinkan evaluator untuk membandingkan perilaku individu yang diuji terhadap tanggapan kelompok norma.

Kita akan meinterpetasi apa saja alat tes psikologi, berikut penjabaranya:
 
Tes proyeksi dan kepribadian
Dalam tes-tes kepribadian dengan pendekatan proyektif, individu memberikan respon pada stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu, dimana hal ini berbeda dengan tes objektif yang memuat beberapa pertanyaan berstruktur. Sehingga diharapkan dengan menggunakan tes proyektif, individu secara tidak sadar akan mengungkap dan menggambarkan struktur dan dinamika kepribadiannya.
 
Tes minat dan sikap
Minat dan sikap seseorang merupakan aspek penting dari kepribadian. Karakteristik ini mempengaruhi prestasi pendidikan dan pekerjaan, hubungan antarpribadi, kesenangan yang didapatkan seseorang dari aktivitas waktu luang.
Jadi dari minat dan sikap individu dapat diagnosis bagaimana pekerjaan yang tepat untuknya dan performa individu tersebut.
Nilai tes minat dan bakat tersebut terkait dengan pilihan-pilihan hidup, sikap dan preferensi.
Tetapi nilai awal dan yang paling sering digunakan terbukti tidak cocok dengan cara nilai pada akhirnya dikonseptualisasikan dalam bidang ini (Braithwaite & Scott).
 
Tes Intelektual.
     Tes yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana kecerdasan, kepintaran, ataupun kemampuan seseorang untuk  memecahkan sebuah masalah. Contoh :
-          CFIT (Culture Fair Intelegence Test)
-          TIU (Tes Intelegensi Umum)
-          TKD (Tes Kemampuan Dasar)
-          AA (Army Alpha)
-          ADKUDAG (Administrasi dan Keuangan)
-          IST (Tes inteligensi)
 
2.    Tes Kepribadian.
     Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan sesorang dalam hal bereaksi dan berinteraksi dengan individu yang lain. Contoh :
-          EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
-          DAM&BAUM (Draw A Man Tes)
-          KRAEPLIEN atau PAULI
-          RM (The Rothwell Miller)
-          PAPI Kostick
Berikut adalah beberapa alat Psikologi beserta penjelasan nya :
1.Tes Wartegg










Pada saat Anda menjalankan Wartegg Test, Anda akan diberi selembar kertas yg berisi 8 kotak yg ada stimulus2 nya, kemudian Anda akan diberikan perintah untuk melengkapi dari gambar yg ada di kotak tersebut.
Isi dari masing2 gambar :
-gambar 1. berupa titik ditengah kotak : ini menyangkut hal-hal yg berhubungan dengan penyesuaian diri yaitu bagaimana seseorang menempatkan diri pada lingkungan nya.
-gambar 2. berupa ~ tp berada di kotak sebelah kiri , menunjukkan fleksibilitas perasaan.
-gambar 3. berupa 3 garis horisontal dr pendek, sedang tinggi sejajar: mengukur hasrat untuk maju/ ambisi
-gambar 4. berupa kotak kecil di sebelah kanan : mengukur bagaimana seseorang mengatasi kesulitan
-gambar 5. seperti huruf T tp miring mengukur bagaimana cara bertindak.
-gambar 6. berupa garis horisontal ; vertikal : mengukur cara berpikir /analisa; sintesa
-gambar 7. berupa titik2 : menyangkut kehidupan dan perasaan ( apakah
sudah stabil, kekanakan)
-gambar 8. berupa lengkungan : mengenai kehidupan sosial/ hubungan sosial
     Berikut ini adalah salah satu contoh pengerjaan yang pernah digunakan penulis untuk melewati tahap psikotes ini:









2.DAM & BAUM












-Draw A Man Tes (Tes Gambar Orang) untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja.
-BAUM Test termasuk dalam test Grafis. Mungkin Anda pernah menjalani test dimana Anda diberi kertas kosong dan diminta untuk menggambar pohon, dan dikertas lainnya diminta menggambar orang.
Yang di nilai dari kedua gambar tersebut adalah bukan bagusnya gambar  melainkan besar kecil gambar, tarikan garis (tegas atau tidak atau patah-patah), letak gambar (kanan-kiri, atas-bawah, atau center). Biasanya Anda juga diminta untuk memberikan keterangan pohon apa yang digambar, kalau orang ( dia lagi melakukan apa dan jenis kelaminnya apa). Tiap-tiap gambar memiliki arti.

3.Kraeppelin dan Pauli









Tes  ini pada awalnya dibuat oleh seorang psikiater yang bernama kraepelin yang awalnya digunakan untuk membedakan antara orang yang normal dan tidak normal. Namun seiring perkembangan waktu, test ini sudah digunakan oleh perusahaan, badan hukum termasuk instansi pemerintahan untuk menyeleksi calon tenaga kerja/ pegawai.

Sebuah Speed Test yang terdiri dari 45 lajur angka satuan antar 0 sampai dengan 9 yang tersusun secara acak sebanyak 60 angka secara vertikal pada tiap-tiap lajur. Ciri utama sebuah speed test adalah tidak adanya waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua soal sehingga testi tidak diharapkan untuk menyelesaikan sepenuhnya setiap lajur. Inti dalam tes ini adalah bagaimana kecepatan kerja testi.

4.PAPI Kostick












      Tes PAPI Kostik di buat oleh Guru Besar Psikologi Industri asal Massachusetts, Amerika, Dr. Max Martin Kostick, pada awal tahun 1960-an. PAPI Kostick mengukur dinamika kepribadian (psychodynamics) dengan memperhatikan keterkaitan dunia sekitarnya (environment) termasuk perilaku dan nilai perusahaan (values) yang diterapkan dalam suatu perusahaan / situasi kerja dalam bentuk motif (need) dan standar gaya perilaku menurut persepsi kandidat (role) yang terekam saat psikotes.
      PAPI Kostick merupakan laporan inventori kepribadian (self report inventory), terdiri atas 90 pasangan pernyataan pendek berhubungan dalam situasi kerja, yang menyangkut 20 aspek keribadian yang dikelompokkan dalam 7 bidang: kepemimpinan (leadership), arah kerja (work direction), aktivitas kerja (activity), relasi social (social nature), gaya bekerja (work style), sifat temperamen (temperament), dan posisi atasan-bawahan (followership).

5.A.A (Army Alpha)










     Tes Psikologi Army Alpha adalah sebuah tes psikologi yang dikembangkan oleh seorang psikolog Amerika bernama Arthur Sinton Otis, Ph.D (28 July 1886 - 1 January 1964). Otis mengembangkan tes Army Alpha pada tahun 1917. Pada awalnya tes ini dikembangkan oleh Otis untuk didedikasikan kepada US.Army (Angkatan Militer Amerika), sehingga diberi nama Army Alpha.
     Tes Psikologi Army Alpha ini adalah tes yang tidak meminta anda untuk menggambar, namun meminta anda menjawab sejumlah pertanyaan, sehingga tergolong "Tes Psikologi Kuesioner".


 
  
Sumber:
Anastasi Annne, Urbina Susanna. Tes Psikologi. 2007. Jakarta: PT: Indeks  
http://id.wikipedia.org/wiki/Tes_psikologi 
 
 

Tuesday, 3 June 2014

TEKNIK WAWANCARA #12


Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan berhadapan secara langsung dengan yang diwawancarai. 
Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Wawancara mendalam (in-depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, di mana pewawancara dan informal terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.
Teknik wawancara
Wawancara bebas: pertanyaan dan jawaban diberikan sebebasnya oleh pewawancara maupun yang diwawancara
Wawancara terarah: sudah ada beberapa pembahasan yang harus diikutu pewawancara
Wawancara terbuka: pertanyaan sudah ditentukan sebelumnya, namun jawabanya bebas
Wawancara tertutup: pertanyaan sudah ditentukan dan kemungkinan jawabanya juga sudah disiapkan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk wawancara adalah:
1. intonasi suara
2. kecepatan berbicara
3. sensitivitas pertanyaan
4. kontak mata
5. kepekaan non verbal

Terdapat 2 jenin wawancara:
1. autoanamnesis yaitu wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden 
2.aloanamnesisi yaitu wawancara dengan keluarga responden.


Sumber:
http://www.slideshare.net/atone_lotus/metode-wawancara-2-psikologi-umum


Noor Julyansyah. Metodologi Penelitian. 2011. Jakarta: PT: Kencana




Analisis Film #11

Nah sekarang saya akan membahas mengenai film Silence Of The Lamb film skuel ini yang banyak mendapat anugrah film karena alurnya yang bagus menurut saya.
Film ini di perankan oleh Anthony Hopkins (DR. Hannibal Lector) yang sangat mendalami peranya sebagai Dokter Psychopath.

Dimulai dengan Agen FBI Starling yang ditugaskan untuk menangani kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah kota yang pembunuhan tersebut dilakukan secara sadis dengan mengambil kulit korban. Seorang dokter Hannibal yang diduga terlibat pada pembunuhan tersebut, Starling mewawancarai Dr. Hannibal tersebut di Penjara, Dr. Hannibal masuk penjara dikarenakan telah membunuh banyak korban dengan cara yang sadis. Di saat Starling mewawancarai Dr. Hannibal, Starling justru dicecar pertanyaan oleh dokter tersebut yang berkaitan dengan masa lalunya, untuk mendapatkan informasi pembunuh yang di dapatkan dari dokter Hannibal.
Starling akhirnya menceritakan tentang masa lalunya karena Dr. Hannibal mempunya teknik yang baik untuk dapat membuat Starling akhirnya menceritakan masa lalunya tersebut. Dan Dr. Hannibal akhirnya memberi informasi mengenai pembunuh tersebut, akhirnya Starling mengetahui tempat di mana pembunuh berada yang sedang mensekap putri seorang petinggi di bawah tanah.
Akhirnya Starling  datang ke tempat di mana pembunuh itu berada, dan ternyata pembunuh tersebut terdapat kelainan transseksual/transgender yang mengubah alat kelaminya menjadi wanita yang penampakan luarnya adalah pria. Setelah starling datang pembunuh tersebut mengetahuinya bahwa dia akan ditangkap oleh starling tetapi starling menembak pembunuh tersebut duluan.
Dr. Hannibal dipindahkan dari sel ke sebuah gedung untuk menanyakan keberadaan anak petinggi tersebut, tetapi dengan kepintarannya Dr.Hannibal dapat keluar dan mebunuh penjaga yang menjaganya dengan cara yang sadis.

Cerita film Hannibal Rising
Dimulai dari perang NAZI di daerah rumah Hannibal di saat dia kecil dan orang tuanya terpaksa memindahkan Hannibal dan adiknya ke sebuah rumah di hutan, awalnya keberadaan mereka tidak diketahui dan tiba-tiba ada tentara NAZI yang datang dan membunuh orang tua Hannibal di depan matanya, Hannibal hanya hidup ber 2 dengan adiknya Mischa, pada suatu hari segerombalan orang mendatangi rumah yang ditempati oleh Hannibal dan adiknya, salah seorang digerombolan tersebut memakan bangkai burung dihadapan Hannibal dan adiknya, di sana musim salju yang menemukan makananpun sulit dan segerombolan tersebut kelaparan jika tidak makan mereka akan mati akhirnya mereka mengambil Mischa untuk di jadikan makanan sekelompok tersebut di depan Hanniba, mereka memasak daging Mischa untuk makanan mereka. Hannibal tidak dapat berbuat apa-apa dikarenakan diapun dipukul olek sekolompok tersebut. Dan kelompok tersebut meninggalkan rumah tersebut. Hannibal ditemukan lemas dan tak berdaya oleh orang sipil di sana dan di asuh di rumahnya yang dulu, Hannibal menjadi seorang yang sangat agresif karena jika Hannibal diganggu, dia tidak segan-segan menusuk si penggangu itu dengan sebuah garpu. Hannibal sangat resah setiap dia mengingat perlakuan kelompok yang telah memakan adiknya tersebut dan selalu mengingatnya. Hannibal kabur kerumah saudara dia dan ternyata saudaranya tersebut sudah meninggal dan hanya ada istrinya yaitu seorang wanita Jepang bernama Lady Murasaki, bibi Hannibal akhinya mengajari budaya Jepang kepada Hannibal. Suatu hari Hannibal dan bibinya pergi ke pasar dan di pasar bibinya di ganggu oleh tukan daging, Hannibal tidak suka jika ada yang menggangu bibinya. Suatu hari Hannibal pertama melakukan pembunuhan terhadap tukang daging tersebut dengan memotong kepala tukang daging tersebut.


Teori Bandura

Teori Pembelajaran Sosial merupakan perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional (behavioristik). Teori pembelajaran social ini dikembangkan oleh Albert Bandura (1986). Teori ini menerima sebagian besar dari prinsip – prinsip teori – teori belajar perilaku, tetapi memberikan lebih banyak penekanan pada kesan dan isyarat – isyarat perubahan perilaku, dan pada proses – proses mental internal.
Teori belajar social menekankan bahwa lingkungan – lingkungan yang dihadapkan pada seseorang secara kebetulan ; lingkungan – lingkungan itu kerap kali dipilih dan diubah oleh orang itu melalui perilakunya sendiri. Menurut Bandura, sebagaimana dikutip oleh (Kard,S,1997:14) bahwa “sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain”. Inti dari pembelajaran social adalah pemodelan (modelling).

Analisi kasus
berdasarkan teori bandura, Hannibal mengalami pembelajaran social di saat dia masih kecil di saat pembunuhan adiknya tersebut. "Sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain", berdasarkan kalimat tersebut Hannibal mengamati secara selektif bagaimana adiknya diperlakukan dengan memotong adiknya dan memakan adiknya tersebut, karena ingatan yang sangat susah dilupakan maka Hannibal menjadikan sekelompokan yang membunuh adiknya tersebut sebagai model, dan mengingat tingkah laku mereka yang sadis kemudian dipraktekan oleh Hannibal.
Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara dan observasi yang tersruktur yang digunakan terhadap Hannibal oleh polisi-polisi. 

Monday, 2 June 2014

TEKNIK OBSERVASI #10


Berkaitan dengan proses penyelidikan identifikasi variabel psikologis dalam penegakan diagnosis psikologis
Multi teknik diperlukan untuk mampu memahami dan mendiagnosis variabel psikologis
Salah satu tools penting bagi psikolog terutama untuk mengamati gejala” / simptom   / gangguan


Observasi
Banyak sekali metode yang digunakan dalam memperoleh data dalam suatu penelitian maupun eksperimen, salah satunya adalah observasi. Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan terhadap subjek ataupun kejadian yang dilakukan dengan cara sistematis.  Menurut kamus definisi observasi adalah pengamatan yang akurat dan pencatatan terhadap gejala seperti apa adanya, berkaitan dengan sebab-sebab atau hubungan mutual “in nature” .Observasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Observasi yang dilakukan secara tidak langsung misalnya dengan quisioner ataupun dengan tes.
 Menurut Jehoda dan kawan-kawan, observasi menjadi alat penyeledikian ilmiah jika :
  1. Mengabdi pada tujuan reerach yang telah ditentukan
  2. Direncanakan secara sistematis bukan terjadi secara tidak teratur
  3. Dicatat dan dihubungkan secara sistematis dengan proposisi-proposisi umum, tidak dilakukan untuk memenuhi rasa ingin tahu semata-mata
  4. Dapat di cek dan dikontrol validitas,reliabilitas dan ketelitiannya sebagaimana data ilmiah lainnya
Apabila penyelidik ataupun peneliti telah memutuskan untuk memakai metode observasi untuk memperoleh data, maka penyelidik harus benar-benar memperhatikan reliabilitas obeservasinya. Penting sekali bagi penyelidik untuk mengetahui sumber-sumber kesesatan untuk mencapai reliabilitas yang maksimal. Ada beberapa hal penting yang berkenaan dengan jalannya observasi, dua diantaranya adalah pengamatan dan ingatan. Dalam dua hal ini terdapat sumber-sumber kesesatan yang harus diperhatikan dengan seksama. Dalam pengamatan indra yang vital adalah mata dan telinga. Kedua indra ini sangat berguna dalam proses pengamatan. Apabila penyelidik mengunakan mata sebagai alat untuk menangkap fakta, ada tiga hal yang wajib diketahui oleh penyeldidik.
  1. Dia harus percaya bahwa alat penglihatannya adalah baik dan menangkap fakta-fakta dengan benar
  2. Dia harus menyadari bahwa penglihatan orang punya kelebihan dan kekurangan
  3. Penyelidik harus berusaha sekuat-kuatnya mengatasi kelemahan dan kekurangannya.
Terbatasnya penglihatan di akibatkan oleh kondisi objek yang kompleks, unsurnya yang banyak serta dimensi yang majemuk. Pada suatu saat seseorang hanya akan bisa menangkap objek sebagian saja dari objek yang komplek tersebut. Berikut adalah beberapa cara mengatasi keemahan tersebut :
  1. Menyediakan waktu yang banyak agar dapat melihat ibjek yang komplek dari berbagai segi dari berbagai jurusan dan berulang-ulang
  2. Menggunakan obsever yang lebih banyak untuk mengintegrasikan objek-objek tertentu dan mengumpulkan hasil pengamatan untuk memperoleh gambaran yang penuh
  3. Mengambil lebih banyak objek yang sejenis 

Sumber: http://nurul-h--fpsi10.web.unair.ac.id/artikel_detail-45721-umum-observasi.html
TES PROYEKSI DAN KEPRIBADIAN II #9

Nah sekarang kita akan menyambung tentang tes proyeksi dan kepribadian part 2 ya..

-Teknik-teknik noda tinta
Rorschach, salah satu teknik proyektif paling populer adalah teknik noda tinta. Teknik ini dikembangkan oleh psikiatris Swiss Hermann Rorschach, pertama kali dideskripsikan pada tahun 1921. Digunakan oleh para psikolog dalam studi imajinasi dan fungsi-fungsi lain, dalam pengembangan teknik ini Rorschach bereksperimen dengan sejumlah besar noda tinta, yang ia jalankan pada berbagai kelompok psikiatrik yang berbeda. Dari hasil observasi klinis semacam ini, ciri-ciri respons yang membedakan antara berbagai sindroma psikiatris secara bertahap dipersatukan dalam suatu sistem skoring. Prosedur skoring lebih dipertajam dengan pengetesan suplementer atas orang yang bermental terbelakang, seniman, sarjana, dan kelompok khusus atau khas lainya.

-Sistem Komprehensif Exner
 Rorschach menjadi kurang dihargai sebagai instrumen psikometris. Exner, Jr (1969) dengan Samuel Beck & Bruno Klopfer dari pembuat sistematisasi Rorschach. Exner tertarik untuk menyuling  semua teknik Rorschach segi yang secara empiris berguna dan dapat dipertahankan ke dalam suatu sistem tunggal. Menurut Exner, objek respons penentuan skor adalah asal mula dari rangkuman struktural.

-Pendekatan-pendekatan alternatif
Pendekatan ini memperlakukan tes Rorschach pada dasarnya sebagai wawancara klinis terstandarisasi yang mengambil sampel operasi perseptual seseorang.

-Teknik noda tinta Holtzman
Teknik noda tinta Holztman sudah ada sebelum teknik Exner, untuk menerapkan orientasi psikometris pada teknik noda tinta. Teknik noda tinta Holtzman dirancang untuk memikirkan teknis utama dari instrumen yang lebih awal.

-Teknik-teknik Gambar:
-Thematic Apperception Test
Berdasarkan pada stimuli yang lebih jauh lebih terstruktur dan meminta respons verbal yang lebih kompleks dan terorganisasi secara bermakna.

-Rosenzweig Picture-Frustration Study
Rosenzweig Picture-Frustration Study lebih dibatasi dalam cakupannya dan meminta respons-respons yang lebih sederhana.

-Teknik Verbal:
-Tes asosiasi kata
caranya adalah dengan menyajikan rangkaian kata-kata tak terkait dan meminta individu untuk memberikan kata pertama yang muncul dalam pikiran mereka.

-Tes Penyelesaian Kalimat
Penyelesaian kalimat menempati bidang tengan antara asosiasi kata dan teknik teknik tematis. Umumnya, kata-kata pembukaan memungkinkan variasi yang mungkin jumlahnya tak terbatas. Bentuk kalimat kerap dirumuskan sedemikian rupa untuk membangkitkan respons yang relevan bagi domain kepribadian yang akan diteliti.

 Anastasi Annne, Urbina Susanna. Tes Psikologi. 2007. Jakarta: PT: Indeks

Tuesday, 6 May 2014

 TES PROYEKSI DAN KEPRIBADIAN #8

Dalam tes-tes kepribadian dengan pendekatan proyektif, individu memberikan respon pada stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu, dimana hal ini berbeda dengan tes objektif yang memuat beberapa pertanyaan berstruktur. Sehingga diharapkan dengan menggunakan tes proyektif, individu secara tidak sadar akan mengungkap dan menggambarkan struktur dan dinamika kepribadiannya.
Teknik proyektif yang banyak dikenal dan digunakan secara luas oleh ahli psikologi lainnya yaitu:


Rorschach Test (Teknik-teknik noda tinta)
The Rorschach test juga dikenal sebagai tes inkblot Rorschach atau sekadar tes Inkblot adalah sebuah tes psikologi di mana subjek mempersepsi sebuah bentuk gambar tinta yang dicatat dan kemudian dianalisis dengan menggunakan interpretasi psikologis. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk memeriksa kepribadian seseorang baik karakteristik maupun fungsi emosional. Telah digunakan untuk mendeteksi gangguan pikiran yang mendasari individu, terutama dalam kasus-kasus di mana pasien tidak mau untuk menggambarkan proses berpikir mereka secara terbuka.Prosedur-prosedur skoring lebih jauh dipertajam dengan pengetestan suplementer atas orang yang bermental terbelakang, seniman, sarjana, kelompok orang khas lainnya.



Thematic Apperception Test (TAT)
TAT adalah yang dikenal sebagai teknik interpretasi gambar karena menggunakan rangkaian standar provokatif berupa gambar yang ambigu dan subjek yang harus menceritakan sebuah cerita dari gambar yang tertera. Subjek diminta untuk mengatakan sebagai sebuah cerita yang dramatis.


Children’s Apperception Test (CAT)
Bentuk lain dari TAT adalah CAT (Children’s Apperception Test), yang digunakan untuk anak anak. CAT menampilkan sepuluh gambar binatang dalam konteks sosial manusia seperti memainkan game atau tidur di tempat tidur. Pada saat ini, versi ini dikenal sebagai CAT atau CAT-A (gambar binatang).


Michigan Picture Story Test (MPST)
Tes ini hampir sama dengan kedua tes diatas dan terdiri dari material yang menggambarkan anak-anak dalam hubungannya dengan orang tua, polisi, dan figur otoriter lainnya, juga teman-teman. Tes ini sangat bermanfaat dalam melihat struktur dari sikap anak-anak terhadap orang dewasa dan teman-teman sekaligus mengevaluasi masalah yang mungkin timbul.


Make-A-Picture Story (MAPS)
Tes ini juga hampir sama dengan MPST dalam interpretasi dan tujuan yang dimiliki. Perbedaannya, individu boleh memilih karakter yang ada untuk membuat sebuah cerita berdasarkan situasi yang ada.


Figure Drawing
Mungkin sebagian dari kita pernah melakukan tes ini. Dalam tes ini, kemampuan menggambar bukanlah faktor utama. Salah satu bentuk tesnya adalah Draw-A-Person (DAP), dimana individu diminta untuk menggambar seorang lelaki dan perempuan menggunakan pensil dan kertas.


Incomplete Sentence Test
Dalam metode proyektif ini, terdiri dari sejumlah kalimat tidak lengkap yang disajikan untuk dilengkapi. Biasanya bukan merupakan tes standar dan tidak diperlakukan secara kuantitatif. Penting sebagai bahan pertimbangan dalam situasi klinis yang memiliki asumsi bahwa respon individu terhadap stimulus yang ambigu merupakan proyeksi dari hal-hal yang ada dalam ketidaksadaran. Respon yang diberikan subjek dapat memberikan gambaran area konflik, termasuk juga kelebihan dan kekurangan dari kepribadian subjek.


Competency Screening Test
Diberikan kepada individu yang menjadi terdakwa untuk mempelajari interscorer kehandalan dan validitas prediktif tentang status mental atau inteligensi individu terkait dengan kasus individu yang sedang terjadi. Tes juga secara signifikan membedakan antara individu yang dikategorikan oleh praktisi sebagai tidak berkompetensi secara mental dan yang dikategorikan sebagai kompeten dalam sidng kasus yang dijalani.



sumber :
 Anastasi Annne, Urbina Susanna. Tes Psikologi. 2007. Jakarta: PT: Indeks
http://www.psikologizone.com/tes-proyektif-projective-approaches-test/06511519






TES MINAT DAN SIKAP #7


Minat dan sikap seseorang merupakan aspek penting dari kepribadian. Karakteristik ini mempengaruhi prestasi pendidikan dan pekerjaan, hubungan antarpribadi, kesenangan yang didapatkan seseorang dari aktivitas waktu luang.
Jadi dari minat dan sikap individu dapat diagnosis bagaimana pekerjaan yang tepat untuknya dan performa individu tersebut.
Nilai tes minat dan bakat tersebut terkait dengan pilihan-pilihan hidup, sikap dan preferensi.
Tetapi nilai awal dan yang paling sering digunakan terbukti tidak cocok dengan cara nilai pada akhirnya dikonseptualisasikan dalam bidang ini (Braithwaite & Scott), dan tes-tes minat dan bakat lainya masih sedang dipublikasikan atau direvisi.
Lalu bagaimanakah tes minat dan bakat yang terstandarisasi??

Studi tentang minat dan bakat mendapatkan dorongan terkuat dari penaksiran pendidikan dan karier.

Inventori-inventori minat: Lingkungan dewasa ini
Sebagian besar dari inventori minat dirancang untuk menaksir minat individu dalam berbagai bidang pekerjaan. Sejumlah inventori juga memberikan analisis minat dalam kurikulum pendidikan, yang pada giliranya terkait dengan keputusan karier.
Inventori yang belakangan ini dikembangkan mencerminkan perubahan-perubahan utama tertentu dalam konseling karier. Perubahan kedua terkait akan memperhatikan sasaran pengukuran minat. Perubahan ketiga terkait dengan pilihan-pilihan karier, perubahan ini terkait dengan jenis kelamin (sex fairness) inventori minat.

The Strong Interest Inventory (SII)
Strong Vocational Interest Blank memperkenalkan dua prosedur utama dalam pengukuran minat pekerjaan. pertama, butir-butir soal antara rasa suka atau tidak suka responden akan berbagai kegiatan. Kedua, respons-respons ini secara empiris dikunci sebagai pekerjaan. Jadi inventori minat ini menggunakan penguncian butir-butir soal yang selanjutnya diikiuti dalam perkembangan inventori kepribadian.
 

Inventori Minat: Tinjauan dan penekanan
Jackson Vocational Interest Survey (JVIS) menggunakan area minat yang luar dalam pengembangan butir soal dan sistem penentuan skor. Inventori Jackson merupakan contoh konstruk pada tiap tahap dalam pengembanganya, semua butir soal merupakan soal bertipe pilihan terbatas.

Kuder Occupational Interest Survey pendekatanya pada pengukuran minat dibedakan dari pendekatan strong dalam dua hal utama, yaitu: Kuder menggunakan butir-butir soal tiga serangkai pilihan terbatas, skor-skor diperoleh tridak untuk pekerjaan tertentu, melainkan untuk 10 bidang minat yang luas yaitu di luar ruangan, mekanis, pekerjaan, ilmiah, persuasive, artistic, sastra, music, kerja sosial, dan administrasi.

Career Assessment Inventory-The Vocational Version (CAI-VV) dirancang secara khusus untuk para pencari karier yang tidak memerlukan pendidikan universitas selama 4 tahun  atau pelatihan profesional lebih jauh.Berfokus terhadap pekerjaan yang melibatkan keterampilan, pekerjaan teknis dan pekerjaan jasa.

Self-Directed Search (SDS) dirancang sebagai instrumen konseling pekerjaan yang bisa dilaksanakan sendiri, diskor sendiri, diinterpretasikan sendiri.

Cukup sekian ulasanya terimakasih :)
Sumber Anastasi Annne, Urbina Susanna. Tes Psikologi. 2007. Jakarta: PT: Indeks